Tampilkan postingan dengan label kucing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kucing. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Februari 2014

Bahasa Tubuh Kucing dan Artinya

0 komentar

Terdapat perilaku yang dimiliki oleh kebanyakan kucing, tapi kita mungkin tidak tahu apa yang ada dibalik perilaku tersebut. Di bawah ini terdapat beberapa karakteristik sebagai penjelas perilaku kucing sehingga kita dapat memahami kucing kita. Telinga kucing dapat mengatakan banyak hal tentang perasaan mereka atau apa yang ingin mereka ungkapkan pada orang lain, perbedaan posisi telinga berarti hal yang berbeda:

1. Telinga kedepan: ketika telinga kedepan dan rileks, maka kucing kita bahagia dan mendengarkan suara di sekeliling mereka. 
2. Telinga berdiri: ini adalah ketika kucing memperhatikan dan waspada terhadap sesuatu di sekeliling mereka.
3. Telinga mendatar: ini menunjukkan ketakutan atau kecemasan.
4. Telinga ke arah belakang: Kucing kita terganggu atau merasa tersinggung, ini juga merupakan peringatan terhadap siapapun yang menyebabkan perasaan mereka terganggu.

Ekor kucing juga dapat mengatakan mood dan apa yang mereka lakukan

1. Melengkung ke bawah: kucing merasa rileks dan nyaman.  


2. Tegak: ini adalah kucing yang bersahabat dan bahagia.


3. Mendatar ke belakang: kucing sedang ramah dan percaya diri.


4. Tegak dan bergetar: kucing sedang gembira.


5. Lurus dan melengkung di ujung: kucing kita ramah namun tidak yakin atas situasi, orang, atau hewan lain.


6. Bulu berdiri keatas: ini berarti kucing merasa marah dan agresif.


7. Ekor membentuk siku di pangkal: kucing sedang bersifat defensif.


8. Bulu berdiri kebawah: ini berarti kucing merasa takut.


9. Ekor berayun: kucing bisa jadi tengah senang atau terganggu.


10. Ekor berayun di ujung: kucing sedang waspada atau tertarik akan sesuatu.


11. Ekor kearah depan: berarti sikap kucing sedang yang penurut dan patuh.


12. Ekor bergerak-gerak condong ke belakang: kucing sedang mengejek sesuatu.



Bersuara: komunikasi kucing kita bisa berarti banyak dan sepanjang waktu sehingga kita perlu membedakan satu sama lain.
1. Suara mengeong umum: ini berarti ia mengucapkan halo, menunggu makan malam, dan semacamnya.
2. Lolongan untuk lawan jenis: ini adalah ketika betina merasa ‘panas’ dan mencari jantan.
3. Suara lembut: ini semacam suara mendengkur yang halus. Kucing mengeluarkan suara ini ketika betina memanggil anak-anak mereka. Kucing kita juga mengeluarkan suara ini ketika merasa disayangi oleh pemiliknya.
4. Mendesis: ini adalah tkita peringatan bahwa kucing kita tidak senang dan ia siap menyerang.
5. Menggeram: kucing kita ingin ditinggalkan sendiri.
6. Mendengkur: kucing kita bahagia dan merasa aman.
7. Menggosokkan bagian tubuh: Ketika kucing kita menekankan bagian tubuhnya terhadap sesuatu ataupun kaki kita, itu berarti dia merasa nyaman dan sedang ingin perhatian dari kita. Anak kucing melakukan hal itu ketika ingin menyusu atau minta makan.
8. Mencakar: ketika kucing menggaruk tiang khusus menggaruk atau perabotan kita, ia tidak melakukannya tanpa alasan. Ketika mencakar, ia merentangkan otot-ototnya. Ia juga dapat melakukannya untuk menkitai teritorinya.
9. Meskipun beberapa perilaku ini tampak mengganggu, kucing kita memiliki alasan untuk melakukannya. Yang terbaik bagi kita adalah mencoba memahaminya dan memastikan kucing kita tetap aman dan nyaman bersama kita.





Artikel Terkait :

Cara medapatkan respek dari kucing

0 komentar

Ketika kita memutuskan untuk memelihara hewan, terdapat beberapa aturan dasar yang perlu ditetapkan. Ingatlah bahwa teritori kita bukanlah teritori alamiah hewan peliharaan tersebut, dan semua hewan akan tetap berperilaku sebagai hewan dimanapun mereka tinggal. Mencoba untuk mencegah kebiasaan buruk kucing kita memerlukan konsistensi dan kesabaran.

Untuk hidup bersama dalam hubungan yang saling bersahabat dan menyenangkan, terdapat beberapa hal yang perlu dipelajari kucing kita. Memiliki hewan peliharaan yang kita sukai pastilah menyenangkan, akan tetapi akan ada rasa kecewa yang muncul jika hewan tersebut tidak terkontrol di rumah kita. Jadi bagaimana kita melatih kucing kita sehingga perilakunya dapat diterima di dunia kita dan tetap berteman? Jawabannya adalah jangan biarkan ia menjajah kita. Kucing kita tak akan menghormati kita jika ia bossnya.

Kita perlu membiarkannya tahu siapa bossnya, namun tetap dengan mendapatkan kepercayaan dan kasih sayang satu sama lain. Ini berarti bahwa ia harus diberikan hadiah positif dengan makanan dan gelitikan ketika ia melakukan hal yang kita sukai. Sejak masih anak-anak, kucing akan mematuhi kekuasaan dari ratu kucing, dengan kata lain, ibu mereka. Jadi, kita juga harus menjadi seperti ibu dalam kehidupan kucing.


Memegang tengkuk kucing adalah cara yang dilakukan ibu kucing untuk memindahkan anaknya. Peganglah bagian leher, pada bagian kulit yang longgar di belakang leher. Akan lebih mudah untuk mengangkat dan tidak menyakiti anak kucing atau kucing dewasa bila kita membawanya dengan cara ini. Kita akan mendapati bahwa ketika kita mengangkat kucing dengan cara ini, maka kucing tersebut akan diam dan tetap bergantung ditangan kita. Bahkan jika kucing kita sudah dewasa, ia akan membiarkan kita membawanya dengan mengangkat bagian leher tersebut tanpa mengeluh. Jadi, ketika kita mendapatinya melakukan hal yang tak semestinya, angkat dia di leher, dan pindahkan dari tempat dimana dia melakukan kesalahan.


Artikel Terkait :

Barang-barang yang berbahaya untuk kucing

0 komentar

Pastikanlah bahwa benda-benda berbahaya semacam itu tidak berada dekat dengan kucing Anda dimana dia dapat dengan mudah mengambilnya dan pastikan pula bahwa Anda telah benar-benar membersihkan benda-benda itu jika mereka jatuh atau tertumpah di lantai. Ingatlah bahwa kucing adalah hewan yang senantiasa ingin tahu dan mereka sangat gemar untuk menyelidiki segala hal yang dirasa baru atau aneh bagi mereka, terutama sekali apabila tidak ada seorangpun di dalam rumah yang mengawasi mereka bermain. Di bawah ini adalah daftar benda-benda rumah tangga yang harus diletakkan jauh dari jangkauan kucing Anda:

1. Perlengkapan berkebun, seperti insektisida dan pupuk.
Tanaman. Banyak di antara tanaman yang mengandung racun, baik dalam bentuk tanaman hidup atau tanaman yang sudah dikeringkan. Oleh karena itu, tanyakanlah informasi selengkapnya tentang setiap jenis tanaman atau tumbuhan yang Anda beli kepada ahlinya. Jika Anda ragu-ragu, sebaiknya Anda menjauhkan tanaman tersebut dari jangkauan kucing Anda.

2. Uang logam. Beberapa uang logam mengandung seng, dan seng ini dapat mengakibatkan muntah-muntah, anemia dan bahkan kematian jika dimakan atau dicerna oleh kucing Anda.

3. Bahan-bahan antibeku. Alasannya, yaitu bahwa bahan-bahan antibeku ini memiliki rasa yang manis sehingga menarik perhatian para kucing untuk menjilatnya dari lantai garasi atau halaman parkir mobil. Meski hanya tertelan satu sendok kecil saja, bahan antibeku ini dapat mengakibatkan kerusakan ginjal permanen. Oleh karena itu, segeralah dan pastikanlah bahwa Anda telah membersihkan tumpahan bahan antibeku tersebut.

4. Hindari pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang diperuntukkan bagi manusia. Alasannya, yaitu bahwa banyak dari obat-obatan ini yang berbahaya bagi kucing Anda. Misalnya, asetaminofen yang dapat meracuni kucing Anda. Hindari dan waspadalah terhadap formula-formula yang dapat mengakibatkan kegilaan pada kucing. Penggunaan bius lokal luar dapat mengakibatkan anemia pada kucing Anda.


Artikel Terkait :

Distemper (Radang Usus) pada Kucing

0 komentar

Feline Panleukopenia atau Distemper atau radang usus jahat, karena virus ini menyerang usus, sampai rusak. Penyakit ini merupakan penyakit umum pada hewan piaraan termasuk kucing dan anjing, namun tingkat penularan penyakit ini terhadap sesama binatang (kucing dengan kucing, atau anjing dengan anjing) sangat tinggi, dan dapat berakibat fatal. Diperkirakan sebesar 25 – 90 persen kucing yang terkena akan berakhir dengan kematian. Terutama jika menyerang anak kucing, atau kucing yang belum divaksinasi.

Virus ini bisa menyebar melalui udara, makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi. Bila dalam satu rumah terdapat satu kucing yang terserang distemper, maka air liur, kotoran, kencing dan muntahnya mengandung virus, yang dapat dengan cepat menulari kucing lain yang sehat. Tanda-tanda awal kucing terkena distemper sangat membingungkan, yaitu kucing tidak mau makan. Padahal dalam beberapa kondisi pun kucing akan “berpuasa”.

Akan tetapi, kucing yang terkena distemper akan segera memperlihatkan kelainan, seperti lesu berlebihan. Hal ini disebabkan oleh demam tinggi yang dialaminya. Kemudian muntah. Dan kemudian badan tampak kaku, yang disebabkan karena kerusakan usus akibat virus itu membuatnya kesakitan. Kadang-kadang disertai diare. Tanda-tanda lain, terutama bagi kucing yang masih dapat berjalan adalah dia akan mencari tempat dingin, seperti kamar mandi yang basah. Kucing itu akan tampak seperti ingin minum tapi tidak bisa minum. Atau minum, dan kemudian muntah lagi.


Pencegahan, Vaksinasi panleukopenia sudah bisa diberikan pada kucing berumur 8-16 minggu dengan interval 4 minggu. Lalu dianjurkan dilakukan pengulangan vaksinasi satu tahun sekali. Pada kucing berumur 6 bulan atau lebih yang belum pernah divaksin, bisa langsung dilakukan, dan diulang satu tahun sekali. Bersihkan semua tempat, kain, tempat makan minum yang sekiranya terkontaminasi virus dengan cairan desinfektan untuk meminimalisir penularan pada kucing lain. Mintalah dokter hewan memberikan infus cairan elektrolit, jika anda mencurigai kucing anda terkena distemper. Pengobatan sekundernya adalah dengan memberikan antibiotika dan vitamin B Komplek.


Artikel Terkait :

Sterilsasi pada kucing

0 komentar

Sebenarnya, ada banyak alasan mengapa Anda harus memandulkan kucing Anda. Di antaranya, yaitu berkaitan dengan terjadinya kelebihan populasi hewan, kesehatan hewan peliharaan, kebiasaan mengembara pada hewan, sikap agresif yang berlebihan dari hewan, lahirnya anak-anak kucing yang tidak dikehendaki induknya, perilaku dan tentunya berkaitan dengan banyaknya hewan atau binatang yang tidak punya tempat tinggal. Uraian singkat di bawah ini akan menjelaskan kepada Anda tentang beberapa alasan positif untuk melakukan pemandulan atau pengebirian kucing Anda. Salah satu dari alasan tersebut adalah bahwa proses pemandulan semacam ini dapat memperpanjang waktu hidup kucing Anda.

Adapun pemandulan atau pengebirian ini adalah sebuah proses yang berkaitan dengan pembedahan dan proses ini dapat mencegah hewan untuk bereproduksi. Terlebih lagi kepada kucing yang tidak memiliki dorongan atau hasrat seksual psikologis, sebaiknya dilakukan pembedahan untuk memandulkan alat reproduksinya secepatnya sebelum kucing itu berumur 6 bulan. Dan ketika kucing-kucing ini telah mengalami pengebirian, maka kemungkinannya sangat kecil bagi mereka untuk gemar berkelahi dengan hewan lainnya maupun menimbulkan penyakit kanker.


Operasi yang sederhana sekalipun dapat menghemat pengeluaran Anda untuk berkonsultasi dengan dokter hewan. Tetapi, yang terpenting adalah operasi pemandulan semacam ini bermanfaat bagi kucing Anda yaitu dapat memperpanjang kelangsungan hidupnya. Dengan operasi semacam ini, keinginan atau hasrat mereka untuk mengembara berkurang banyak seiring dengan berkurangnya kecenderungan untuk bersikap agresif yang berlebihan. Tapi ingatlah untuk tidak sembarangan melakukan tindak pemandulan ini. Jangan sekali-kali Anda melakukan sendiri operasi pengebirian ini. Kunjungi Dokter Hewan Anda dan mintalah nasehatnya.


Artikel Terkait :

Menyikat gigi kucing

0 komentar

Walau sebenarnya kucing secara alami telah memiliki caranya sendiri dalam membersihkan giginya, namun terkadang anda perlu membantu kucing anda untuk membersihkan giginya. Cari waktu & tempat rutin dimana anda dan kucing merasa tenang dan nyaman untuk melakukan ritual pembersihan gigi. Yang paling penting adalah pasta gigi/gel yang digunakan untuk membersihkan gigi. Pasta gigi/gel ini bisa didapat di petshop. Cari yang tidak pedas/rasa mint yang tidak berlebihan dan aman bila ditelan. Lebih baik lagi pasta gigi dengan rasa makanan.

Sikat gigi untuk kucing bermacam-macam jenis dan merknya mulai dari yang ditempelkan di ujung jari hingga yang terdiri dari 3 sisi sikat (bisa menyikat permukaan gigi bagian luar, dalam dan atas sekaligus). Menggunakan lap/kain kasar yang dijahit/dibentuk agar menyerupai sarung untuk jari telunjuk pun cukup. Tidak setiap kucing menikmati giginya dibersihkan, apalagi yang baru pertama kali dibersihkan. Kucing yang dari kecil sudah terbiasa giginya dibersihkan biasanya menikmati proses pembersihan ini. Bahkan mereka merasa tidak nyaman bila giginya tidak dibersihkan.

Tekan ujung kedua sudut mulut dengan jari tengah dan jempol. Tangan satunya membuka/menarik ujung depan rahang bawah. Biasakan kucing dengan proses ini sekaligus membiasakan anda dengan teknik tersebut. Atau bisa juga dengan cara langsung membuka pipi dari samping, tanpa harus membuka rahang. Oleskan pasta gigi/gel keseluruh permukaan gigi dan perbatasan gigi-gusi, sambil memijat-mijat bagian tersebut dengan jari. Setelah terbiasa dengan pasta gigi/gel dan sentuhan jari pada gigi/gusi, baru diperkenalkan dengan sikat gigi. Setelah dioleskan pasta gigi/gel, sikat gigi dengan gerakan sirkular/memutar.


Pada awalnya tidak perlu seluruh gigi disikat, cukup gigi taring dan 1-2 gigi di sampingnya. Proses ini perlu dilakukan setiap hari agar terbiasa. Hari berikutnya, setelah lebih terbiasa jumlah gigi yang dibersihkan bisa ditambah hingga seluruh gigi bisa dibersihkan. Setelah terbiasa diperlukan sekitar 30 detik untuk membersihkan gigi di bagian samping. Anda tidak perlu terlalu merisaukan kebersihan sisi gigi bagian dalam. Sekali-sekali bagian dalam memang perlu dibersihkan. Pembentukan karang gigi pada sisi bagian dalam jauh lebih lambat dari sisi luar. Hentikan segera proses pembersihan gigi bila kucing mulai terlihat stress. Bila dipaksa, berikutnya kucing akan lebih susah di kendalikan. Berikan penghargaan berupa pujian, belaian atau bahkan makanan kesukaannya bila kucing berlaku baik pada saat pembersihan gigi.


Artikel Terkait :

Menghilangkan Perilaku "Spraying" pada Kucing

0 komentar

Perilaku Spraying sering diartikan sebagai kebiasaan kucing untuk memberi tanda daerah kekuasaannya dengan cara menyemprotkan sedikit urin/air kencing. Normalnya pada saat kencing, kucing akan sedikit jongkok. Sedangkan pada saat spraying, kucing tetap dalam keadaan berdiri. Objek sasaran spraying biasanya berupa benda-benda vertikal seperti dinding, gorden, kursi, sofa, pintu, dll. Bila air kencing menggenang dalam jumlah besar di lantai, kemungkinan besar bukan spraying, tetapi semata-mata “kecelakaan”.

Spraying berhubungan dengan insting/perilaku seksual. Baik kucing betina maupun jantan biasanya akan mulai menunjukkan perilaku ini sekitar umur 7 bulan, karena pada umur ini mulai terjadi kematangan organ-organ reproduksi. Spray/neuter (kebiri/steril) yaitu, mengambil testis (kucing jantan) atau rahim serta indung telur (kucing betina), dapat menghilangkan sekitar 80 % perilaku spraying pada kucing.

Bila ternyata perilaku spraying tidak hilang setelah di kebiri/steril, kemungkinan besar disebabkan oleh faktor lain yang menyebabkan kucing gelisah. Hal ini bisa terjadi kucing bila baru pindah rumah, adanya anggota keluarga baru (anak kecil/bayi baru dalam keluarga) atau ada hewan peliharaan baru. Pada dasarnya segala sesuatu yang baru yang membuat kucing gelisah bisa menimbulkan perilaku spraying. Yang perlu dilakukan bila kucing anda menunjukkan perilaku spraying. Bila tertangkap basah sedang spraying, segera marahi dengan teriakan/intonasi tinggi atau ciprati dengan air. Kucing benci air, ini akan menghalangi dan mengurangi kebiasaan buruknya tersebut. Jangan marahi bila tidak tertangkap basah, sebab kucing tidak akan mengerti bila kita memarahi perilaku spraying yang telah ia lakukan sekitar 5 menit atau beberapa jam sebelumnya.


Kucing biasanya akan kembali ke lokasi yang sama untuk kembali menandai daerah tersebut. Jadi, sebisa mungkin hilangkan bau kencing di daerah spraying. Jangan gunakan bahan pembersih yang mengandung amonia (amonia akan memancing kucing kembali ke daerah tersebut). Larutan pemutih/chlorin dapat digunakan untuk menghilangkan bau. Berbagai produk berupa spray untuk menghalangi/mengurangi kebiasaan spraying kucing juga tersedia di petshop-petshop. Pemberian obat-obatan tertentu berupa hormon juga dapat menghilangkan atau mengurangi masalah spraying ini. Konsultasikan masalah ini dengan dokter hewan. Terakhir, bila masalah masih berlanjut, tindakan operasi berupa kebiri/steril dapat menghilangkan perilaku spraying pada sekitar 80% kucing.


Artikel Terkait :

Tingkah Laku Kucing Ingin Kawin

0 komentar

Seperti halnya dengan jenis-jenis hewan yang lain, kucing juga memiliki naluri atau kebutuhan dasar untuk tetap melestarikan keturunannya yakni dengan cara melakukan reproduksi (perkembangbiakan dengan cara melakukan perkawinan). Adapun pada kondisi yang alami, kucing-kucing betina hanya akan melakukan perkawinan dengan kucing-kucing jantan pada waktu-waktu tertentu saja (terutama sekali pada saat nafsu seksual kucing tersebut sedang ‘meningkat’) di sepanjang musim perkembangbiakan. Misalnya saja seperti yang terjadi di Inggris yaitu bahwa di negara tersebut musim atau masa perkembangbiakan kucing berlangsung mulai bulan Januari sampai dengan September, tetapi hal ini tidak berlaku bagi kucing-kucing rumahan yang sewaktu-waktu atau kapan saja dapat melakukan perkawinan.

Adapun perilaku seekor kucing betina yang sedang ‘panas’ ini kadang-kadang harus pula diperhatikan oleh para pemiliknya. Beberapa ciri-ciri atau karakteristik yang dapat menandakan bahwa seekor kucing betina sedang ‘panas’ yaitu bahwa kucing betina tersebut akan sering sekali mengeluarkan suara-suara yang tidak lain adalah untuk menjawab panggilan atau ajakan kucing jantan dan melalui suara tersebut juga seekor kucing betina berusaha menunjukkan ketertarikannya pada kucing jantan tersebut.

Selain itu, ciri-ciri seekor kucing betina yang sedang ‘panas’ dapat pula ditandai dengan seringnya ia mengeluarkan suara atau menimbulkan keributan. Dan ciri-ciri terakhir yaitu bahwa seekor kucing betina yang sedang ‘panas’ akan terlihat gelisah dan kucing ini akan sangat sering menggeliat atau mengguling-gulingkan tubuhnya di lantai. Hal-hal seperti ini tentu saja akan membuat bingung atau panik sebagian kecil pemilik kucing yang belum berpengalaman dan mereka menduga bahwa kucing kesayangan mereka sedang mengalami stress atau tekanan.

Tetapi pada dasarnya, sebagian besar pemelihara kucing berusaha untuk menghindarkan diri dari permasalahan anak-anak kucing yang tidak diinginkan. Untuk hal ini, maka biasanya dilakukan ‘pengebirian/pensterilan atau ‘pemandulan’ kucing Anda untuk membuat hidup Anda dan kucing kesayangan Anda menjadi tenang.

‘Pengebirian/ pensterilan’ dapat mengubah seekor kucing yang sangat kasar serta liar menjadi seekor kucing yang lebih rapi serta jinak tanpa mempengaruhi kepribadiannya. Kemudian tindakan ‘pensterilan’ seperti ini juga bermanfaat dalam mengurangi kebiasaannya yang senang berpetualang, berkelahi dengan kucing lainnya ataupun kebiasaan buruknya yang gemar buang air kecil di dalam rumah.


Jika Anda ingin melakukan tindakan ‘pengebirian atau pensterilan’ pada kucing peliharaan Anda maka sebaiknya dikonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter hewan Anda, yang tidak lain bertujuan untuk menanyakan implikasi-implikasi dari tindakan pensterilan tersebut serta untuk menanyakan waktu yang tepat untuk melakukan ‘pensterilan’ tersebut pada kucing kesayangan Anda.


Artikel Terkait :

Memberi makan kucing yang sakit

0 komentar

Kucing yang sedang sakit membutuhkan energi ekstra serta ketersediaan zat-zat makanan yang diperlukan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk memerangi penyakit. Akan tetapi pada saat sedang sakit, kebanyakan kucing tidak mau makan sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatannya. Kucing kehilangan nafsu makan bisa dikarenakan oleh beberapa sebab seperti mengalami stress akibat perubahan lingkungan atau pun sedang sakit. Ikuti beberapa tips berikut ini yang dapat dicoba untuk mengatasi kucing yang kehilangan nafsu makan:

Hal yang paling mudah dilakukan yaitu mencoba untuk memberikan makanan yang biasanya paling disukai oleh kucing tersebut. Makanan yang disukai biasanya dapat membantu mengembalikan nafsu makan kucing. Cobalah untuk memberi makan secara bersamaan dengan beberapa kucing lain sehingga menciptakan adanya elemen kompetisi. Biasanya kucing akan terpancing untuk ikut berebut makanan dengan kucing-kucing lain. Anda juga dapat memberikan makanan dengan aroma yang disukai oleh kucing. Aroma makanan merupakan stimulator nafsu makan pada kucing. Kucing kehilangan nafsu makan bila ia tidak dapat mencium aroma makanan dengan baik akibat menderita pilek.

Menghangatkan makanan dapat membantu agar aroma makan lebih mudah tercium oleh kucing. Perlu diperhatikan jangan sampai temperatur makanan menjadi terlalu panas karena dapat berakibat cukup fatal. Kucing lebih suka makanan basah dibandingkan makanan kering. Dengan menambahkan kuah kaldu pada makanan dapat merangsang nafsu makan kucing. Biasanya kucing akan suka menjilat-jilat kuah kaldu yang disediakan. Jangan biarkan makanan yang tersisa di tempat makanan lebih dari 15 menit. Berikan makanan dalam jumlah kecil tapi dengan frekuensi pemberian makanan yang lebih sering. Dengan demikian nafsu makan kucing akan lebih sering terstimulasi oleh makanan yang baru disediakan tersebut.


Untuk memperkenalkan jenis makanan baru pada kucing, campurkan sedikit makanan baru tersebut ke dalam makanan yang biasa dimakan. Secara bertahap tambahkan porsi makanan baru tersebut sampai akhirnya kucing terbiasa sepenuhnya pada makanan baru tersebut. Bila anda telah mencoba cara-cara tersebut diatas tetapi belum juga berhasil untuk mengembalikan nafsu makan si kucing, sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter hewan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Artikel Terkait :

Tidur bareng kucing? Ayo cek dampaknya!

0 komentar

Saat malam hari, banyak anak kecil yang senang tidur bersama-sama dengan kucingnya. Tetapi sebelum Anda mengizinkan anak Anda untuk tidur bersama-sama dengan kucing, pertimbangkan dulu sisi keamanan dan kesehatannya. Jangan pernah membiarkan kucing Anda tidur bersama-sama bayi atau balita yang baru saja belajar berjalan, karena dapat melukainya. Jika anak Anda sudah agak besar, perhatikan kebiasaan tidurnya. Kebiasaan sering bergerak kesana kemari selagi tidur dapat membuat takut kucing Anda. Dan apabila ia merasa terganggu, ia bisa menggeram atau bahkan mencakar dan menggigit anak Anda. Satu hal lagi yang harus diperhatikan apabila anak Anda memiliki kebiasaan bangun tengah malam, maka ini juga dapat mengganggu tidur kucing Anda. Akibatnya bisa saja kucing Anda menjadi kesal dan menyerang anak Anda.

Perangai atau watak kucing Anda juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan, karena hanya kucing yang tidak agresif sajalah yang boleh dipertimbangkan untuk menjadi teman tidur anak Anda. Untuk diketahui bahwa kucing tidak tidur sepanjang malam karena kecenderungan mereka untuk bangun tidur menjelang fajar atau sekitar pukul 4 atau 5 pagi. Setelah mereka terbangun, kucing Anda ingin bermain. Apabila hal ini bukanlah tugas dan kebiasaan normal anak Anda, maka tidur secara terpisah adalah solusi yang terbaik. Anak-anak kucing sangat senang bermain. Mereka akan mengejar segala sesuatu yang bergerak dan apabila yang menjadi obyek buruannya itu adalah tangan atau kaki anak Anda yang sedang tidur nyenyak, maka anak Anda bisa terbangun dari tidurnya.

Pertimbangan kesehatan lainnya adalah seringkali cacing usus yang terdapat dalam perut anak kucing menyebabkan mereka terserang diare. Tanpa induknya, anak kucing seringkali tidak tahu bagaimana membersihkan bagian bokong mereka, dan akhirnya anak Anda harus tidur dengan anak kucing yang bokongnya kotor. Walaupun kucing dewasa rajin membersihkan diri, jangan lupa bahwa hampir semua tempat sampat bagi seekor kucing pada dasarnya adalah toilet. Jadi apabila Anda mengizinkan kucing Anda untuk tidur bersama, maka sebelum pergi tidur Anda harus membersihkan kucing Anda terlebih dahulu. Pada beberapa anak, bisa jadi mereka alergi terhadap kucing terutama bulu-bulunya. Untuk anak Anda yang alergi, maka menjauhkan kucing Anda darinya adalah tindakan yang paling tepat.


Memang menyenangkan untuk tidur dekat dengan kucing kesayangan Anda. Tetapi sangat dianjurkan untuk Anda menyediakan tempat tidur yang terpisah atau tersendiri bagi kucing Anda. Tempat tidur ini dapat Anda letakkan dekat tempat tidur Anda atau anak Anda.Pastikan untuk menempatkan tempat tidur kucing Anda di salah satu bagian kamar yang cukup jauh dari tempat tidur anak Anda, sehingga jika anak Anda terbangun tengah malam maka ia tidak akan turun atau mengganggu kucingnya karena hal ini dapat menyebabkan kucing Anda mencakar atau menggigit anak Anda. Pada dasarnya tidur bersama dengan kucing Anda adalah pilihan Anda sendiri dengan mempertimbangkan berbagai sisi negatif yang mungkin saja bisa terjadi pada Anda atau anak Anda.


Artikel Terkait :

Hal-hal yang perlu diketahui tentang kucing

0 komentar

Memelihara kucing kelihatannya mudah, akan tetapi ada beberapa hal penting yang mungkin perlu diketahui atau dihindari oleh para pemelihara kucing:

1. Sebaiknya hindari pemberian susu bubuk atau cream pada kucing. Di dalam susu atau cream kemungkinan terdapat kandungan gula yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh seekor kucing. Gula yang tidak dibutuhkan tersebut dapat menyebabkan kucing mengalami gangguan pencernaan seperti diare.

2. Pada umur 6 bulan, seekor kucing dapat dikategorikan sebagai kucing dewasa meski sebenarnya masih bisa bertumbuh sampai umur satu tahun. Oleh karena cukup pendeknya masa pertumbuhan pada kucing, sebaiknya diberikan makanan yang baik pada saat kucing masih dalam masa pertumbuhan. Anak kucing membutuhkan protein 3 kali lebih banyak dibandingkan kucing dewasa. Akan tetapi pemberian makan pada anak kucing sebaiknya tidak berlebihan.

3. Penyediaan air minum yang matang dan bersih amat penting. Tempat minum yang digunakan harus benar-benar bersih dan tidak mengandung sabun cuci. Tempat minum yang tercemar oleh sabun dapat menyebabkan kucing menderita diare.

4. Anak kucing memerlukan tidur kurang lebih 16 sampai 18 jam dalam sehari. Jadi apabila anak kucing anda sedang tidur, biarkanlah mereka tidur. Menurut para ahli, sebenarnya kucing tidurnya tidak terlalu nyenyak. Oleh karena itu, diperlukan waktu tidur yang lama sebagai penggantinya.

5. Anak kucing biasanya suka untuk bermain. Sewaktu mereka masih kecil, merupakan waktu yang tepat untuk mengajarkan mereka hal-hal yang anda inginkan. Pada saat anak kucing itu masih kecil, apa yang diajarkan oleh pemilik akan membentuk sifat dasar dari kucing tersebut. Sebagai contoh, bila anak kucing tersebut sering diajak bermain saat masih kecil, sampai dewasa sifat kucing tersebut akan periang dan suka bermain. Kasih sayang yang anda berikan juga akan berperan dalam membentuk sifat dasar kucing serta menentukan erat tidaknya hubungannya dengan anda.

6. Hati-hati apabila kucing anda bermain-main dengan kain atau benang. Hal ini dapat membahayakan keselamatan si kucing karena mereka suka menggigitnya atau bahkan memungkinkan termakan olehnya.

7. Jangan sekali-kali memukul kucing apabila ia melakukan kesalahan. Hal ini dapat memberikan dampak yang amat serius pada emosi serta kesehatan kucing anda.

8. Membentak ataupun memukul kucing hanya akan menakutkan si kucing tanpa menyelesaikan masalah yang sesungguhnya. Jangan pernah berpikir bahwa dengan memukul atau membentak akan menimbulkan perasaan bersalah pada si kucing. Pada saat si kucing lari saat dibentak atau dipukul, sebenarnya kucing itu tidak merasa bersalah akan tetapi hanya karena ketakutan.


Artikel Terkait :